Feeds:
Tulisan
Komentar

Osyariefleh Muhammad Syarif

Dosen Serambi Mekkah & Wakil Ketua KNPI Kota Banda Aceh

A. HAM Menurut Konsep Barat.

Istilah hak asasi manusia baru muncul setelah Revolusi Perancis, dimana para tokoh borjuis berkoalisi dengan tokoh-tokoh gereja untuk merampas hak-hak rakyat yang telah mereka miliki sejak lahir. Akibat dari penindasan panjang yang dialami masyarakat Eropa dari kedua kaum ini, muncullah perlawanan rakyat dan yang akhirnya Lanjut Baca »

Syari’at Islam

images2

Syari’at Islam merupakan syariah yang dibawa oleh rasul terakhir mempunyai keunikan tersendiri, dimana syariah ini bukan saja menyeluruh atau komprehensif, tetapi juga universal. Komprehensif berarti syariah Islam Lanjut Baca »

Masa Kecil Yang Sekuler ;
Abu Inayah menuliskan dalam bukunya yang berjudul : “Wanita Di Dalam Islam”, bahwa pada masa kecil, Mernissi bersikap ambivalen terhadap al-Qur’an dan tidak menyukai mata pelajaran al-Qur’an di kelasnya. Ia lebih suka sistem pangajaran al-Qur’an versi Neneknya, yaitu Lalla Yasminia, yang merupakan seorang buta huruf akibat penderitaan insomnia. Namun Lanjut Baca »

METODE PENDIDIKAN ISLAM

1_344546319mBAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang Masalah
Manusia dalam kenyataan hidupnya menunjukan bahwa ia membutuhkan suatu proses belajar yang memungkinkan dirinya untuk menyatakan eksistensinya secara utuh dan seimbang. Manusia tidak dirancang oleh Allah SWT. untuk dapat hidup secara langsung tanpa proses belajar terlebih dahulu untuk memahami jati dirinya dan menjadi dirinya. Dalam proses belajar itu seseorang saling tergantung dengan orang lain. Proses belajar itu dimulai dengan orang terdekatnya. Proses belajar itulah yang kemudian menjadi basis pendidikan. Lanjut Baca »

DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM

BAB SATU
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Islam sangat mementingkan pendidikan. Pendidikan yang benar dan berkualitas, individu-individu yang beradab akan terbentuk yang akhirnya memunculkan kehidupan sosial yang bermoral. Sekalipun institusi-institusi pendidikan saat ini memiliki kualitas dan fasilitas, namun institusi-institusi tersebut masih belum memproduksi individu-individu yang beradab. Sebabnya, visi dan misi pendidikan yang mengarah kepada terbentuknya manusia yang beradab, terabaikan dalam tujuan institusi pendidikan. Dalam Islam dikenal tiga istilah yang umum digunakan, yaitu al-Tarbiyah (pengetahuan tentang ar-rabb), al-Ta’lim (ilmu teoritik, kreativitas, komitmen tinggi dalam mengembangkan ilmu, serta sikap hidup yang menjunjung tinggi nilai-nilai ilmiah), al-Ta’dib (integrasi ilmu dan amal).
Istilah al-Tarbiyah
Kata Tarbiyah berasal dari kata dasar “rabba” (رَبَّى), “yurabbi” (يُرَبِّى) menjadi “tarbiyah” yang mengandung arti memelihara, membesarkan dan mendidik. Dalam statusnya sebagai khalifah berarti manusia hidup di alam mendapat kuasa dari Allah SWT untuk mewakili dan sekaligus sebagai pelaksana dari peran dan fungsi Allah SWT di alam jagat raya ini. Dengan demikian manusia sebagai bagian dari alam memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang bersama alam lingkungannya. Tetapi sebagai khalifah yang diutus oleh Allah SWT, maka manusia mempunyai tugas untuk memadukan pertumbuhan dan perkembangannya bersama dengan alam. Lanjut Baca »

Pernyataan Sikap

ALIANSI PEMUDA MAHASISWA PANTAI BARAT-SELATAN

Mencermati kondisi Aceh khususnya wilayah Pantai Barat-Selatan Provinsi Aceh yang semakin tertinggal dan alot dengan berbagai permasalahan terutama dibidang pembangunan, telah membangkitkan gerakan pro dan kontra yang merongrong dan menggiring masyarakat wilayah Pantai Barat-Selatan Provinsi Aceh secara totalitas dalam keadaan yang sangat teracam, baik dari segi sosial, ekonomi, politik, pendidikan, dan budaya, sehingga konflik horizontal tidak mungkin lagi dibendung. Pemberontakan terhadap berbagai tuntutan akan kesejahteraan rakyat terus digulirkan oleh kepentingan segelintir elit maupun kepentingan komunitas tertentu terhadap kekuasaan rakyat di wilayah Pantai Barat-Selatan Provinsi Aceh. Kepemimpinan drh. Irwandi Yusuf, M.Sc dan Muhammad Nazar, S.Ag (Gubernur/Wakil Gubernur Pemerintahan Aceh) belum ada program yang strategis untuk mensejahterakan rakyat wilayah Pantai Barat-Selatan Provinsi Aceh, sehingga membuat kekecewaan masyarakat wilayah Pantai Barat-Selatan Provinsi Aceh terhadap orang nomor satu di provinsi ini semakin memanas. Lanjut Baca »

Pernyataan Sikap

Mahasiswa Cinta Abdya (MaCinda)

“Save the Abdya”

Mencermati kondisi kabupaten Aceh Barat Daya yang semakin kritis dan alot dengan berbagai permasalahan yang diakibatkan oleh kepentingan segelintir elit maupun kepentingan komunitas tertentu terhadap kekuasaan rakyat di Abdya, telah membangkitkan gerakan pro dan kontra yang merongrong dan menggiring masyarakat Abdya secara totalitas dalam keadaan yang sangat teracam, sehingga konflik horizontal tidak mungkin lagi dibendung. Pemberontakan terhadap kepemimpinan Akmal Ibrahim dan Syamsul Rizal (Bupati/Wakil Bupati Abdya) terus digulirkan oleh kelompok masyarakat Abdya yang merasa kecewa dengan kebijakan yang diambil oleh orang nomor satu di daerah ini, sehingga telah membangkitkan kelompok yang pro terhadap pemerintahan Akmal Ibrahim dan Syamsul Rizal (Bupati/Wakil Bupati Abdya). Kondisi ini berdampak pada rusaknya tatanan kehidupan sosial bermasyarakat di kabupaten Abdya. Kemiskinan akan menjadi konsumsi empuk untuk mengatakan “mereka perlu diberdayakan” dari segala aspek kehidupan yang melingkupinya.. Keadilan menjadi hal yang begitu mahalnya sekarang, ketika pemimpin memainkan pola kepemimpinan yang sarat dengan kepentingan kelompok tertentu, sehingga menyisihkan kepentingan masyarakat secara keseluruhan. Lanjut Baca »

Gerakan Muda Pembaharuan Susoh Aceh Barat Daya (GMPS) &

Forum Mahasiswa Pasca Sarjana Aceh Barat Daya (FoMPas)

Sekretariat: Kompleks Perumahan Dosen Unsyiah Bloc. B No. 54 Banda Aceh Cp: 081360096773-085260004045

JANGAN RUSAK PERDAMAIAN DI ACEH

Bencana tsunami yang begitu dahsyat masih belum terlupakan dari memori masyarakat Aceh khususnya kawasan Pantai Barat-Selatan yang merupakan daerah terparah terkena bencana di akhir tahun 2004 lalu. Rekontruksi pasca bencanapun masih belum maksimal bahkan sangat jauh dari apa yang kita harapkan, sehingga diperlukan tenaga ekstra dan kerjasama yang aktif dari semua pihak untuk kembali memulihkan kondisi seperti sediakala (kalau pun tidak menjadi lebih baik). Lanjut Baca »

KATAK DALAM TEMPURUNG

(Sebuah Tinjauan Perkembangbiakan KATAK)
Oleh: de_LIMA (Aktivis Peduli Cangguk)

Sering kita mendengar dalam masyarakat kita istilah “ katak dalam tempurung “, yaitu istilah yang menggambarkan keadaan dimana seseorang kurang memiliki akses terhadap informasi atau kurang memiliki wawasan. Hal ini kurang lebih sama seperti kondisi yang dialami oleh sebahagian masyarakat kita yang berada di daerah pedalaman.

Kondisi tersebut setidaknya dipengaruhi oleh beberapa hal seperti, rendah kualitas pendidikan, kemiskinan dan keterbelakangan. rendahnya kualitas pendidikan salah satu penyebabnya adalah pemerintah tidak memberika perhatian khusus kepada mereka, entah itu karena tidak mempunyai anggaran yang cukup atau memang mereka tidak terlihat karena berada “dibawah tempurung”.

Padahal dipusat ibu kota, apakah itu ibu kota propinsi, kabupaten atau kota, sarana dan prasarana pendidikan sudah agak lumayan bahkan ada sekolah-sekolah khusus seperti sekolah unggul, kejuruan dan sebagainya dan mungkin hanya diperuntukan juga kepada “orang khusus” dan “orang unggul” pula. Lanjut Baca »

Oleh: Zulkpli R. Angkop

(Mahasiswa Pasca Sarjana IESP Unsyiah & Ketua HMI Cab. Banda Aceh periode 2006-2007 )

Kabupaten Nagan Raya merupakan salah satu kabupaten baru di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dimekarkan dari Kabupaten Aceh Barat melalui Undang-Undang Nomor 04 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat Daya, Benar Meriah, Nagan Raya dan Aceh Tamiang. Pada awal pemekaran, Kabupaten Nagan Raya memilki lima kecamatan yaitu Kecamatan Darul Makmur, Beutong, Seunagan, Kuala dan Seunagan Timur, namun pada awal tahun 2008 terjadi pemekaran kecamatan yaitu Kecamtan Tadu Raya, Kuala Pesisir dan Suka Makmue.

Dalam struktur Pemerintahan Kabupaten Nagan Raya, permasalahan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) menjadi tugas Dinas Sosial dan Keluarga Sejahtera. Oleh karena itu, pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) sebagai bagian dari PMKS menjadi tugas Dinas Sosial dan Keluarga Sejahtera. Adapun persebaran KAT di Kabupaten Nagan Raya meliputi Kecamatan Darul Makmur, Kuala dan Beutong.

Komunitas Adat Terpencil sebagai bagian dari penduduk Indonesia merupakan “lapisan paling bawah” dalam perkembangan masyarakat Indonesia, karena Komunitas Adat terpencil menghadapi berbagai ketertinggalan dalam pencapaian pemenuhan kebutuhan dasar hidup manusia. Hal tersebut akibat keberadaan mereka yang secara geografis sangat sulit dijangkau dan secara sosial budaya terasing sehingga kurang terjadi interaksi sosial antara mereka dengan kelompok masyarakat luar yang lebih maju.

Pemberdayaan Komunitas Adat terpencil tidak dapat disamakan dengan pemberdayaan masyarakat pada umumnya karena permasalahan sosial yang dihadapi sifatnya sangat kompleks meliputi berbagai segi kehidupan dan penghidupan. Pemberdayaan KAT merupakan satu bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan amanah UUD 1945 untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

Gambaran Umum KAT di Nagan Raya

Pesebaran KAT di Kabupaten Nagan Raya meliputi Kecamatan Kuala yaitu di Alue Jok (37 KK), Kecamatan Darul Makmur yaitu di Pucok Lamie (112 KK) dan Alue Waki /Gunong Kong (276 KK) dan Kecamatan Beutong yaitu di Blang Aman Tadu (79 KK). Komunitas Adat Terpencil di Kabupaten Nagan Raya berasal dari suku asli Aceh dan Gayo yang menempati habitat perhutanan di pedalaman tiga kecamatan tersebut ( Dinsos Prov. NAD dan Dinsos dan KS Nagan Raya : 2002)

Ketergantungan pada sumber daya alam menjadi ciri khas kehidupan Komunitas Adat Terpencil di Nagan Raya, walupun demikian kehidupan KAT tidak lagi berpindah-pindah. Mereka sudah menetap pada lokasi tertentu yang sudah berlangsung lama. Interaksi dengan masyarakat luar jarang terjadi yang mengakibatkan mereka bukan hanya terisolir dari segi geografis namun juga terisolir secara kultural.

Dalam hal memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, masyarakat Komunitas Adat Terpencil sudah mempunyai lahan persawahan. Namun pola dalam penggarapannya masih sangat tradisional dan tergantung pada alam dimana hasil produksinya hanya untuk menutupi kebutuhan keluarga (pertanian subsisten) sehingga kekurangan bahan pangan sering kali terjadi.

Komunitas Adat Terpencil di Kabupaten Nagan Raya merupakan salah satu elemen masyarakat yang terkena dampak langsung konflik berkepanjangan di Aceh, secara riil berdasarkan laporan masyarakat dan evaluasi yang dilakukan oleh Dinas Sosial, menyatakan bahwa keseluruhan rumah yang telah dibangun oleh kantor Wilayah Departemen Sosial Propinsi Daerah Istimewa Aceh pada tahun 1987-1989 dibakar oleh OTK. Sehingga sampai saat ini belum semua warga belum mendapatkan tempat tinggal baru sebagai pengganti. Disamping itu, kondisi wilayah yang sangat terpencil menyebabkan munculnya berbagai permasalahan sosial lainnya, seperti kemiskinan, ketelantaran, tingginya angka kematian ibu dan bayi, tidak tersedianya fasilitas kesehatan dan pendidikan yang memadai adalah realita yang tidak ternafikan. Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »