Pernyataan Sikap
Mahasiswa Cinta Abdya (MaCinda)
“Save the Abdya”
Mencermati kondisi kabupaten Aceh Barat Daya yang semakin kritis dan alot dengan berbagai permasalahan yang diakibatkan oleh kepentingan segelintir elit maupun kepentingan komunitas tertentu terhadap kekuasaan rakyat di Abdya, telah membangkitkan gerakan pro dan kontra yang merongrong dan menggiring masyarakat Abdya secara totalitas dalam keadaan yang sangat teracam, sehingga konflik horizontal tidak mungkin lagi dibendung. Pemberontakan terhadap kepemimpinan Akmal Ibrahim dan Syamsul Rizal (Bupati/Wakil Bupati Abdya) terus digulirkan oleh kelompok masyarakat Abdya yang merasa kecewa dengan kebijakan yang diambil oleh orang nomor satu di daerah ini, sehingga telah membangkitkan kelompok yang pro terhadap pemerintahan Akmal Ibrahim dan Syamsul Rizal (Bupati/Wakil Bupati Abdya). Kondisi ini berdampak pada rusaknya tatanan kehidupan sosial bermasyarakat di kabupaten Abdya. Kemiskinan akan menjadi konsumsi empuk untuk mengatakan “mereka perlu diberdayakan” dari segala aspek kehidupan yang melingkupinya.. Keadilan menjadi hal yang begitu mahalnya sekarang, ketika pemimpin memainkan pola kepemimpinan yang sarat dengan kepentingan kelompok tertentu, sehingga menyisihkan kepentingan masyarakat secara keseluruhan.
Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Barat Daya (HIPELMABDYA), Gerakan Muda Pembaharuan Susoh (GMPS), Forum Blangpidie Aceh Barat Daya (FORDYA), Forum Generasi Muda Babahrot Aceh Barat Daya (FORKASGEMABDYA) yang berhimpun dalam satu wadah Mahasiswa Cinta Abdya (MaCinda) menyatakan sikap :
1. Mendesak penegak hukum untuk mengusut setiap kasus money politics dan penyimpangan APBD tahun 2007 yang terjadi di kabupaten Abdya.
2. Mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk segera mengaudit implementasi APBD tahun 2007 kabupaten Abdya.
3. Meminta Gubernur Pemerintahan Aceh untuk mendesak Presiden RI agar mengeluarkan surat izin kepada aparatur penegak hukum guna mengusut kasus-kasus pelanggaran hukum yang terjadi di kabupaten Abdya.
4. Mendesak DPRK Abdya untuk menunda pembahasan APBD kabupaten Abdya tahun 2008 sampai adanya proses audit APBD 2007 oleh BPK.
5. Mendesak MUSPIDA kabupaten Abdya untuk tidak menyalah gunakan fungsi dan wewenang untuk kepentingan politik.
6. Mendesak DPRK Abdya untuk segera melakukan rekonsiliasi internal supaya dapat menjalankan fungsinya sebagai pengawas pemerintahan.
7. Jika peryataan sikap ini tidak disikapi dalam jangka waktu 1 (satu) bulan terhitung tanggal 19 November 2007, maka kami yang berhimpun dalam wadah Mahasiswa Cinta Abdya (MaCinda) akan melakukan Jajak Pendapat dengan masyarakat Abdya guna menentukan masa depan Abdya.
Banda Aceh, 19 November 2007
Kami Yang Menyatakan Sikap
Mahasiswa Cinta Abdya (MaCinda)
Al Amin
Koordinator Lapangan
Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Barat Daya (HIPELMABDYA)
Suryandra
Pjs. Ketua Umum
Gerakan Muda Pembaharuan Susoh (GMPS)
Idris, SHI
Sekretaris Jenderal
Forum Blangpidie Aceh Barat Daya (FORDYA)
Afzal Rahmat Hidayat
Presidium
Forum Generasi Muda Babahrot Aceh Barat Daya (FORKASGEMABDYA)
Emil Salim
Sekretaris Umum
Forum Mahasiswa Pasca Sarjana (FoMPas)
Saiful Effendi, SHI
Juru Bicara
Tembusan :
- Presiden RI di Jakarta.
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.
- Gubernur Pemerintahan Aceh di Banda Aceh
- Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) di Banda Aceh.
- Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) di Banda Aceh.
- KAPOLDA NAD di Banda Aceh
- KAJATI NAD di Banda Aceh.
- Bupati Aceh Barat Daya di Blangpidie.
- Ketua DPRK Aceh Barat Daya di Blangpidie.
- KAPOLRES Persiapan Aceh Barat Daya di Blangpidie.
- DANDIM 0110 Aceh Barat Daya.
- Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) kabupaten Aceh Barat Daya.
- komite nasional pemuda indonesia (knpi) kabupaten Aceh Barat Daya di Blangpidie.
- Kepala Desa se kabupaten Aceh Barat Daya di Tempat.
- Ikatan Kekeluargaan Masyarakat Aceh Barat Daya (IKAMABDYA) di Banda Aceh.
- Solidaritas Warga Aceh Barat Daya (SWADAYA) di Jakarta.





hai dah lama gak diupdate ni blog? kemana aja bro? sibuk kampanye??? ha.ha.ha!!!
kunjungan balasan nih bang!!
salam kenal juga