Pernyataan Sikap
ALIANSI PEMUDA MAHASISWA PANTAI BARAT-SELATAN
Mencermati kondisi Aceh khususnya wilayah Pantai Barat-Selatan Provinsi Aceh yang semakin tertinggal dan alot dengan berbagai permasalahan terutama dibidang pembangunan, telah membangkitkan gerakan pro dan kontra yang merongrong dan menggiring masyarakat wilayah Pantai Barat-Selatan Provinsi Aceh secara totalitas dalam keadaan yang sangat teracam, baik dari segi sosial, ekonomi, politik, pendidikan, dan budaya, sehingga konflik horizontal tidak mungkin lagi dibendung. Pemberontakan terhadap berbagai tuntutan akan kesejahteraan rakyat terus digulirkan oleh kepentingan segelintir elit maupun kepentingan komunitas tertentu terhadap kekuasaan rakyat di wilayah Pantai Barat-Selatan Provinsi Aceh. Kepemimpinan drh. Irwandi Yusuf, M.Sc dan Muhammad Nazar, S.Ag (Gubernur/Wakil Gubernur Pemerintahan Aceh) belum ada program yang strategis untuk mensejahterakan rakyat wilayah Pantai Barat-Selatan Provinsi Aceh, sehingga membuat kekecewaan masyarakat wilayah Pantai Barat-Selatan Provinsi Aceh terhadap orang nomor satu di provinsi ini semakin memanas. Kondisi ini berdampak pada rusaknya tatanan kehidupan sosial bermasyarakat di wilayah Pantai Barat-Selatan Provinsi Aceh. Kemiskinan akan menjadi konsumsi empuk untuk mengatakan “mereka perlu diberdayakan” dari segala aspek kehidupan yang melingkupinya.. Keadilan menjadi hal yang begitu mahalnya sekarang, ketika pemimpin memainkan pola kepemimpinan yang sarat dengan kepentingan kelompok tertentu, sehingga menyisihkan kepentingan masyarakat secara keseluruhan.
Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Jaya (IPELMAJA), Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Se-Nagan Raya (IPPELMASRA), Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Siemeulue (IPPELMAS), Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Barat Daya (HIPELMABDYA), Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS), Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Singkil (HIPMASIL), Himpunan Perantauan Pelajar Syekh Hamzah Fansury (HPP-SHaF), yang berhimpun dalam satu wadah Aliansi Pemuda Pelajar Mahasiswa Pantai Barat-Selatan Aceh menyatakan sikap :
1. Mendesak Pemerintahan Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk memperhatikan sektor pembangunan dan perekonomian wilayah Pantai Barat-Selatan Provinsi Aceh.
2. Mendesak Pemerintahan Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk tidak diskriminatif dalam mengalokasikan APBA tahun 2008 bagi wilayah Pantai Barat-Selatan Provinsi Aceh.
3. Mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk menunda pembahasan APBA tahun 2008, bilamana APBA tahun 2008 belum berpihak bagi wilayah Pantai Barat-Selatan Provinsi Aceh.
4. Meminta Pemerintahan Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk mendesak BRR NAD-Nias agar segera menyelesaikan pembangunan jalan Banda Aceh – Calang – Meulaboh dan meyelesaikan semua tanggung jawab rehab-rekon Aceh yang hancur akibat Gempa Tektonik dan Gelombang Tsunami 26 Desember 2004 dalam jangka waktu 6 (enam) bulan.
5. Mendesak Gubernur Pemerintahan Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk mengusut kasus-kasus korupsi dan penyimpangan yang dilakukan BRR NAD-Nias dan pemerintahan daerah yang terjadi di Aceh khususnya wilayah Pantai Barat-Selatan Provinsi Aceh.
6. Jika pernyataan sikap ini tidak disikapi dalam jangka waktu 1 (satu) bulan terhitung tanggal 24 Maret 2008, maka kami yang berhimpun dalam Aliansi Pemuda Pelajar Mahasiswa Pantai Barat-Selatan akan melakukan aksi bersama dengan masyarakat wilayah Pantai Barat-Selatan Provinsi Aceh guna menuntut keadilan dan pemerataan pembangunan wilayah Pantai Barat-Selatan Provinsi Aceh.
Banda Aceh, 24 Maret 2008
Kami Yang Menyatakan Sikap
Aliansi Pemuda Pelajar Mahasiswa Pantai Barat-Selatan:
Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Jaya (IPELMAJA)
Muhammad Milsa
Ketua Umum
Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Se-Nagan Raya (IPPELMASRA)
H a m i d i
Ketua Umum
Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Siemeulue (IPPELMAS)
Supriman Juliansyah
Pjs. Ketua Umum
Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Barat Daya (HIPELMABDYA)
Emil Salim
Ketua Umum
Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS)
Wawan Darmawan
Ketua Umum
Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Singkil (HIPMASIL)
R u s l i J a b a t
Ketua Umum
Himpunan Perantauan Pelajar Syekh Hamzah Fansury (HPP-SHaF)
Riswansyah Putra
Ketua Umum
Tembusan :
- Presiden RI di Jakarta.
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.
- Gubernur Pemerintahan Aceh di Banda Aceh
- Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) di Banda Aceh.
- KAPOLDA NAD di Banda Aceh
- KAJATI NAD di Banda Aceh.
- Bupati Se-Wilayah Pantai Barat-Selatan di Tempat.
- Ketua DPRK Se-Wilayah Pantai Barat-Selatan di Tempat.
- KAPOLRES Se-Wilayah Pantai Barat-Selatan di Tempat.
- DANDIM Se-Wilayah Pantai Barat-Selatan di Tempat.
- Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Se-Wilayah Pantai Barat-Selatan di Tempat.
- Majelis Adat Aceh (MAA) Se-Wilayah Pantai Barat-Selatan di Tempat.
- komite nasional pemuda indonesia (knpi) Se-Wilayah Pantai Barat-Selatan di Tempat.
- Kepala Desa Se-Wilayah Pantai Barat-Selatan di Tempat.
- Ikatan Kekeluargaan Masyarakat Se-Wilayah Pantai Barat-Selatan di Banda Aceh.
- Ikatan Kekeluargaan Masyarakat Se-Wilayah Pantai Barat-Selatan di seluruh Indonesia.





hanya satu kata..tuntut keadilan untuk pemerataan pembangunan…bro,waspadai petualang politik dan provokator yang mengambil keuntungan dari perjuangan…
kunjungan balasan neech..
salam kenal yang
http://pilabeanku.wordpress.com
* sori salah tulis. bukan yang, tai salam kenal ya….he he he
kanda .jika mmg pantai barat -selatan terisolir pembangunanya kita jangan melihat dari satu sudut pandang aja .apakah di sana sudah bebas dari yang namanya korupsi ??????????????????????????? bek model vonislah
Sang, blog nyoe hana update le…
apa yang salah dalam manajemen kepemimpinan negeri ini..?
masih adakah dusta diantara kita..dulu kt berjuang utk rakyat eh sekarang berjuang malah utk kepentingan sendiri
lon pike jino tanyoe bekle meu sulet. sudah cukup parodi dan drama dagelan politik di pertontonkan