Konsep Bupati Akmal Ibrahim menjadikan Abdya sebagai lumbung pangan Pantai Barat-Selatan perlu kita berikan apresiasi. Ini merupakan sebuah langkah yang sangat strategis dalam konteks meningkatkan perekonomian masyarakat kelas bahwa yang umumnya bekerja pada sektor pertanian khususnya di Abdya. Areal persawahan yang terhampar meliputi kawasan 9 kecamatan mencapai 11.902 hektar dan sarana pengairan yang dimiliki diantaranya irigasi teknis sayap kiri krueng Susoh di Blangpidie, irigasi teknis Tangan-tangan dan irigasi teknis Krueng Baru di Lembah Sabil merupakan faktor pendukung yang sangat memungkinkan. Namun disisi lain, Bupati Akmal diharapkan tidak menomor duakan masyarakat nelayan yang juga merupakan bagian terbesar dari penduduk Abdya. Adapun kendala yang dihadapi oleh nelayan pertama: sebahagian besar nelayan berstatus sebagai buruh. Artinya mereka bekerja/mengoperasikan alat penangkap ikan (Boat) milik orang lain (Toke) yang notabenenya dalam pembagian hasil tangkapan sangat diskriminatif. Mungkin dalam konteks ini, pemerintah Kabupaten Abdya punya semacam program penyaluran kredit modal kerja untuk para buruh nelayan supaya mereka memiliki fasilitas sendiri. Yang kedua, harga ikan yang tidak stabil dimana ketika hasil tangkapan ikan melimpah, harga ikan turun. Dalam hal ini yang perlu dilakukan adalah membuka akses pasar bagi nelayan untuk dapat menjual hasil tangkapannya keluar daerah dengan harapan harga ikan bisa stabil. Mengigat sebagian besar masyarakat pesisir di Abdya berprofesi sebagai nelayan, maka sudah selayaknya pemerintah daerah membangun pabrik pengalengan ikan. Program strategis ini diharapkan mampu menembus pasar internasional dan menutupi kebutuhan lokal (Aceh). Hal ini sejalan dengan misi Bupati menjadikan Abdya sebagai “Singapore Mini di Aceh”.
Banda Aceh, 13 Safar 1429 H
20 Pebruari 2008 M
I D R I S. SHI
Sekjen GMPS





akmal mungkin membaca blog ini, dan sejak awal ramadhan lalu ia berserta kruenya buat rumpon di tengah laut raya, hitung – hitung belajar jadi nelayan, soal kabar miring tentang bawa rantang ketengah samudra ngak usah ditanggapi, karena belum ada buktinya.
jadi menurut ku, akmal peduli juga pada nelayan, liatlah keseriusannya dalam membuat rumpun meski belum diteken APBD. tapi yang pasti, sukses buat mu yang telah membuat akmal ketengah lautan.
salam
http://www.jakacjr.wordpress.com