Feeds:
Tulisan
Komentar

Awalnya………

Berawal dari sebuah kesusahan

Hatiku penuh dengan kegundahan dan kerisauan

Dalam kesunyian malam yang amat dingin

Kucoba tuk berfikir dengan baik demi kugapai cita-citaku

Ayahanda dan Ibunda Tersayang…….. Lanjut Baca »

Dear… ciNtaku..

Salam kasih sayang…

Salam cinta…

Salam kebahagiaan…

Salam kerinduan…

TENANGLAH hatiku, kerana langit tak pun mendengar…
Tenanglah, kerana bumi dibebani dengan ratapan kesedihan.
Dia takkan melahirkan melodi dan nyanyianmu.
Tenanglah, kerana roh-roh malam tak menghiraukan bisikan rahsiamu,

dan bayang-bayang tak be rhenti dihadapan mimpi-mimpi.
Tenanglah, hatiku. Tenanglah hingga fajar tiba, kerana dia yang menanti pagi dengan sabar akan menyambut pagi dengan kekuatan. Dia yang mencintai cahaya, dicintai cahaya.
Tenanglah hatiku, dan dengarkan ucapanku. (Khalil Gibran 1833-1931)
Lanjut Baca »

OLEH : I D R I S

(Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Banda Aceh Periode 2006-2007)

Kilas Balik..,

Sejarah mungkin berulang. Ketika seorang Jenderal besar berbicara yakni Jenderal Soedirman mengatakan “HMI bukan saja Himpunan Mahasiswa Islam, tetapi HMI juga Harapan Masyarakat Indonesia” itulah secerca harapan yang hendak penulis coba paparkan lewat tulisan ini, dimana ketika pergerakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) beberapa puluh tahun yang silam menjadi harapan masyarakat Indonesia ketika perlawanan megusir penjajah dari bumi Ibu Pertiwi. Kader HMI yang dari dulu sampai dengan sekarang telah ikut berperan aktif diberbagai lapisan kehidupan masyarakat serta memberi kontribusi yang sangat besar pengaruhnya terhadap pembagunan di negeri ini yang tidak bisa dilupakan begitu saja dalam sejarah perjalanan bangsa ini. Lembaga yang telah banyak melahirkan para cendikiawan yang berfikir kearah perubahan ini dididik dari berbagai disiplin ilmu yang didapatkan dari perguruan tinggi yang merupakan almamaternya pertama, dan HMI sendiri sebagai almamaternya yang kedua tidak bisa melepaskan tanggung jawabnya begitu saja terhadap kemajuan umat hari ini.

Baik orang dalam maupun luar mengakui bahwa kader HMI adalah sosok anak negeri yang banyak menjawab berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi oleh bangsa ini. Bulan Mei mendatang kita akan memperigati sewindu reformasi (Mei 1998-Mei 2006) apa yang telah kita capai selama delapan tahun reformasi di negeri kita Indonesia. Praktik bisnis yang curang, penegakan hukum yang berat sebelah alias pincang ibarat pisau tajam kebawah tumpul keatas, perawatan kesehatan yang asal-asalan, pendidikan yang tidak bermutu, eksploitasi keuangan yang mengatas namakan biokrasi, penjarahan terhadap lingkungan hidup, pembengkakan terhadap pengangguran, dan persoalan yang paling berat saat ini yang dihadapi oleh bangsa kita adalah persolan kemiskinan.

Lanjut Baca »

Gambaran Umum
Manusia adalah khalifah dimuka bumi, dimana agama Islam memandang bahwa bumi dengan segala isinya merupakan amanah Allah SWT kepada sang khalifah agar dipergunakan sebaik-baiknya bagi kesejahteraan bersama. Untuk mencapai tujuan tersebut, Allah SWT memberikan petunjuk melalui para rasul-Nya. Nabi Muhammad SAW merupakan rasul Allah, mendapat petunjuk dari-Nya meliputi segala sesuatu yang dibutuhkan umat, baik aqidah, akhlak, maupun syari’ah. Aqidah dan akhlak bersifat konstan, keduanya tidak mengalami perubahan apapun dengan berbedanya waktu dan tempat. Adapun syari’ah senantiasa berubah sesuai dengan kebutuhan dan taraf peradaban umat.
Agama sebagai the way of life (pandangan hidup) mampu memberikan jawaban setiap persoalan-persoalan yang muncul dalam kehidupan. Syari’at Islam merupakan syariah yang dibawa oleh rasul terakhir mempunyai keunikan tersendiri, dimana syariah ini bukan saja menyeluruh atau komprehensif, tetapi juga universal. Komprehensif berarti syariah Islam merangkum seluruh aspek kehidupan, baik ritual (ibadah) maupun sosial (muamalah). Universal bermakna syariah Islam dapat diterapkan dalam setiap waktu dan tempat sampai hari akhir nanti. Lanjut Baca »

Mahasiswa Dalam Ranah Pergerakan
Penulis: Idris,SHI
(Tulisan ini pernah dimuat pada rublik Opini Harian Serambi Indonesia pada tanggal 31 Juli 2007)

Tuntutan mahasiswa juga tuntutan rakyat, karenanya tuntutan tersebut tidak bersifat praktis dan jauh pula dari maksud mengejar kepentingan pribadi, karena itu pula tidak tergolong politik praktis” (Delier Noer).
Agen pembaruan dan kontrol sosial, adalah kalimat yang melekat pada mahasiswa, identik dengan kelompok muda berpendidikan, benarkah? Katanya; mahasiswa juga kelompok yang peka terhadap kondisi masyarakat, apakah itu benar? Jawabannya benar, itu kalau kita melihat mahasiswa tempoe doeloe; tidak benar untuk mahasiswa sekarang yang eklusif, apatis, dan hedonisme. Suatu kekawatiran yang dilontarkan M Jais Rambong (Serambi, kolom opini, Rabu/4/7/2007).
Mahasiswa mempunyai sejarah perjuangan panjang. Komponen mahasiswa adalah orang-orang berpendidikan tinggi dan mempunyai tanggungjawab besar terhadap masyarakat. Mahasiswa dianggap bergensi, penuh nuansa intelektual, bebas dan tidak absen dalam setiap gejolak perubahan sosial yang terjadi di negaranya. Tri dharma perguruan tinggi, menjadi pilar gerakan mahasiswa. Pendidikan (education), dituntut mahasiswa untuk mampu mentransformasikan ilmunya kepada masyarakat, melakukan penelitian terhadap objek yang ingin dikaji serta pengabdian terhadap masyarakat.
Irnoinya, nilai kemahasiswaan semacam itu mengalami degadasi sehingga cetat-biru peran strategis mahasiswa hanya tercatat dalam buku panduan semata tanpa aksi konkrit sebagaimana harapan masyarakat. Mahasiswa cenderung diposisikan hanyalah kelompok politik yang mengesankan demonstrasi dan frontalisasi. Diskusi-diskusi politik secara masal pun cenderung pada penguatan gerakan mahasiswa yang berpotensi radikalisme. Status oposisi menjadi label mahasiswa oleh pemerintah.

Lanjut Baca »

Cerita Lucu.;)

Kucing & Cinta menurut Para Ahli…

Sumber: Ceritalucu@malau.net

Budi pada dasarnya tidak menyukai kucing. Ia semakin benci ketika istrinya memelihara seekor kucing. Budi merasa istrinya.. Lanjut Baca »

Oleh: Saiful Effendi, SHI

SANG PEJALAN,;)

berapa panjang jalan yang disusur,
pejalan merengkuh angin,
mungkin sebuah ingin,
galau yang tersisa
dari sebuah jeda,
tanya dan jawab,
makna dari keburaman rahasia
mencari telaga,
bening mata,
lunaskan dahaga
matahari,
rembulan,
gemintang,
kegelapan,
keremangan,
waktu,
usia,
menjelma dalam pusaran
ilusi atau nyata
“sebuah takdir atau kehendak bebas?”, katanya
menatap langit,
mengayun juga kakinya,
menuju “apa”
Lanjut Baca »

« Newer Posts